Mangkir, Yannick Carrasco Dihukum Tim Liga Super Cina

Pemain berposisi gelandang yang beroperasi di sektor sayap Belgia yang berlaga di Liga Super Cina bareng Dalian Yifang, Yannick Carrasco, diberi hukuman timnya karena mangkir dari laga dan pelatihan tanpa sebab pasti.

Karena ulahnya itu, Yannick Carrasco memperoleh skorsing tak dapat mengikuti pelatihan bareng Dalian Yifang dan dikenakan sanksi. Laporan ini jelas makin menguatkan dia bakal balik lagi menuju Eropa.

Carrasco memperkuat tim nasional Belgia pada awal bulan Juni, tak balik lagi menuju timnya sesuai dengan periode yang ditentukan. Dewan tim mendesak balik lagi di Kala 3 hari.

“Yannick Carrasco dari tim sepak bola Dalian tak muncul di dalam laga tandang kontra Hebei China Fortune dan melewatkan pelatihan. Tim menjatuhkan suspensi dan memerintahkan Carrasco untuk minta maaf pada kesebelasan di Kala 3 hari dan menyudahi latihan, ” tulis keterangan resmi tim.

Walau menyandang status menjadi bintang, Dalian Yifang tak membedakan pamor anak asuhnya. Dalian memperlakukan serupa pada semua anggota teamnya.

“Klub senantiasa mementingkan konstruksi disiplin kesebelasan, dan tak terdapat individu di atas kolektif. Tim memperlakukan seluruh orang dengan sepadan, ” imbuh keterangan resmi tim diberitakan Mirror, Jumat (21/6/2019).

Yannick Carrasco tampil di dalam sepuluh laga di Liga Super Cina kompetisi musim ini bareng Dalian Yifang dan menyarangkan 7 goal. Dia direkrut dari Atletico Madrid pada Februari 2018.

Arsenal membuat Yannick Carrasco menjadi target guna memperkokoh sektor depan. Di samping Carrasco, sejumlah pemain lain jua dihubungkan dengan tim dari London Utara sebagaimana Ryan Fraser, Hakim Ziyech dan Ivan Perisic.

Klopp Tidak Sepakat Rilisan PFA Team of the Year

Lis PFA Team of the Year kompetisi musim ini didominasi oleh Liverpool dan Manchester City. 2 kesebelasan pemuncak itu menyumbangkan tiap-tiap 4 dan 6 bintang. Pelatih The Reds, Juergen Klopp, tidak terlampau sepakat dengan sejumlah nama pilihan yang mencuat, .

Pelatih The Reds, Juergen Klopp tak sepakat dengan rilisan 11 bintang paling baik Premier League yang belum lama ini keluar. Di dalam lis itu, terdapat 4 bintang The Reds yang masuk yaitu Andy Robertson, Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, dan Sadio Mane.

Sedangkan 6 bintang City merupakan Ederson Moraes, Bernardo Silva, Fernandinho, Sergio Aguero, Raheem Sterling, dan Aymeric Laporte. Klopp menganggap, harusnya terdapat lebih banyak bintang Liverpool yang masuk ke lis itu.

Dengan tak langsung dia menunjang pendapat Paul Pogba tak pantas ada di dalam deretan 11 terbaik. Lelaki dari Jerman ini mengatakan Mohamed Salah dan Gini Wijnaldum sedikit lebih pantas dipilih ke dalam PFA Team of the Year.

“Mo (Salah) menurutku tetap pantas ada di sana. Ia tetap kompetitif di dalam lis pencetak goal paling banyak. Gini jua begitu, terakhir mungkin harusnya terdapat nama Jordan Henderson di sana, ” tutur dia sebagaimana dilansir dari BBC.

Sergio Aguero jadi satu-satunya bintang tersisa dari lis PFA Team of the Year musim kemarin. Striker The Cityzens itu mencatatkan 19 goal selama ini. Serupa dengan Salah dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Capello: Van Basten Bintang Tertangguh yang Sempat Aku Latih

Pengalaman segudang Fabio Capello menjadi manajer membuat dirinya berjumpa dengan sejumlah bintang spektakuler. Dari sekian nama terkenal yang sudah diasuh, dia menyatakan jika Marco van Basten lah bintang terbaik’ yang sudah ditangani.

Capello menangani Van Basten kala mereka berdua sama-sama ada di AC Milan. Saat itu Milan yang ia asuh punya trio Belanda yang dihuni Van Basten, Frank Rijkaard, serta Ruud Gullit dilabeli sebagai tim paling baik sepanjang waktu sebab bisa mendapat sejumlah piala sepanjang 3 musim berturut-turut.

Kejayaan ini juga yang membikin Capello memutuskan Van Basten jadi bintang paling bagusnya. Namun dia jua tak menutup mata dengan para pemain lainnya yang punya kemampuan sepadan dengan striker Belanda itu.

“Sulit guna mengatakannya. Apabila perlu memutuskan aku bakal menyatakan jika Van Basten orangnya. Saat ia ada pada klub aku ia betul-betul mengesankan serta bisa merubah jalannya laga. Kakinya amat kokoh, ia jua memiliki kualitas dribel bagus serta kemampuan tinggi, ” tutur Capello pada Radio Deejay, Selasa (26/3/2019).

“Saya jua takkan mengabaikan Ronaldo Nazario. Aku melatihnya di Real Madrid serta saat tersebut situasinya telah tak seperti dahulu. Namun dia tetap bisa berlaga pada tingkat paling tinggi. Tak banyak bintang yang mampu mirip ini, ” katanya.

Adapun karier gemilang Van Basten mesti habis prematur. Cedera parah yang menghinggapi membuatnya mengambil keputusan gantung sepatu dini saat 1995 lalu.

Kelakar Ronaldo yang Tidak Mampu Beli Inter Milan

Bekas bintang Inter Milan, Ronaldo, sekarang jadi orang nomor 1 di tim La Liga Spanyol, Real Valladolid. Dia membeli tim itu di bulan Oktober kemarin.

Dibelinya Valladolid oleh Ronaldo itu sukses mengatrol keuangan tim usai pada awalnya dilanda krisis serta hampir bangkrut. Beberapa saat usai menandatangani tim yang baru naik kasta menuju Primera Division itu, dia langsung dianggap menjadi presiden.

Namun begitu siapa sangka apabila legenda Brasil itu sebenarnya mau menandatangani Inter, kesebelasan yang sudah dia bela. Namun hal itu urung dilaksanakan sebab ia tak punya cukup dana buat mengambil-alih I Nerazzuri.

“Saya amat girang bersama tantangan baru ini meski jadwal Ku makin sibuk kini. Mengapa memilih Valladolid? Tentu lantaran dana yang aku memiliki tidak cukup buat menandatangani Inter, tim yang terus ada di hati aku,” canda Ronaldo sambil tertawa sebagaimana dilansir melalui Football Italia.

Meski cuma bergurau kala menyatakan tidak sanggup mengakuisisi Inter Milan, lelaki 45 tahun itu tetap mengikuti pergerakan bekas kesebelasannya di kampanye musim ini. Dia juga mengakui jika pemain Luciano Spalletti masih tertinggal melalui Juventus yang jadi penguasa Serie A di dalam 7 kampanye musim terbaru.

“Inter sekarang merupakan tim yang semakin berkembang, namun mereka masih tertinggal dari Juventus yang terlampau hebat untuk klub-klub Italia lainnya,” dia melanjutkan.

“Saya bahagia bersama pencapaian Inter sekarang, tapi ada cukup penyesalan kala mereka tersingkir menyakitkan dari Liga Champions. Aku harap mereka dapat balik lagi membikin semua suporter terenyum,” pungkasnya.

Madrid dan Barcelona Bisa Bajak Neymar Tanpa Izin PSG

Real Madrid serta Barcelona berpotensi menggaet Neymar pergi dari melalui Paris Saint-Germain bermodal segepok duit serta persetujuan sang bintang saja. Madrid serta Barcelona jadi 2 tim yang disebut akan jadi pelabuhan Neymar, apabila pergi melalui PSG.

Kesempatan Los Blancos serta Blaugrana makin besar bersama keberadaan klausul rilis di dalam kesepakatan kontrak Neymar.

Seperti dilansir Sport yang diberitakan BolaSport. com, klausul itu baru bakal aktif di penghujung kampanye musim ke 3 Neymar pada PSG ataupun di 2019-2020. Di dalam klausul itu tercatat nominal 215 juta € ataupun sepadan Rp tiga, tujuh triliun.

Dengan membayarkan duit beberapa itu di penghujung kampanye musim selanjutnya, Barcelona, Real Madrid ataupun tim yang mana pun dapat menggaet Neymar tanpa dapat dicegah PSG.

Sebab, klausul rilis tidak butuh ijin tim yang diperkuat bintang, serta dapat aktif apabila sang bintang siap dan nominal yang tertera pada kesepakatan kontrak dibeli tim yang dituju

Apabila tidak main-main, Barcelona serta Real Madrid seharusnya saling bertarung mengesankan Neymar supaya ingin gabung. Menurut yang dikatakan BolaSport. com lalu, Neymar mau pergi melalui PSG.

Pemain dari Brasil ini berpikir tertutup bayang-bayang Kylian Mbappe yang semakin cemerlang. Mundo Deportivo mengabarkan jika Neymar mau kembali menuju Barcelona.

Taktik itu telah disetujui leader Barcelona, Lionel Messi, serta sang orang nomor 1 diBarcelona, Josep Maria Bartomeu. Tapi telah jadi rahasia umum apabila Real Madrid pun berminat skill bintang paling mahal sejagat itu.

Dituduh Mengemudi Sambil Main Ponsel, Mo Salah Bebas dari Jeratan Hukum

Mohamed Salah pada akhirnya tak kembali berurusan dengan Kepolisian Merseyside usai, mendapat tudingan mengemudi mobil sambil bermain ponsel.

Sebelumnya, bintang milik Licerpool itu pernah berurusan dengan Kepolisian Merseyside karena video yang upload fan via media sosial. Di dalam video itu, Mo Salah sedang terjebak kemacetan serta nampak bermain ponsel didalam mobilnya.

Walau demikian, Kepolisian Merseyside pada akhirnya mengambil keputusan untuk melepas pemain asal Mesir itu dari tudingan mengemudi sambil bermain ponsel.

“Kami dapat mengonfirmasi jika kami sudah berbincang-bincang dengan lelaki berusia 26 tahun (Salah) sehabis insiden di Arkles Lane pada hari Minggu (12/9), ” tutur dewan kepolisian.

“Penyelidikan sudah dilaksanakan serta tak ada bukti yang lumayan kuat untuk menyuport penuntutan serta karena ini tak ada tindakan lebih lanjut yang bakal dieksekusi. Petugas sudah berbicara dengan lelaki ini serta memberi saran dan didikan mengenai penggunaan ponsel kala berkendara, ” ungkapnya.

Sementara itu, Mo Salah menjadi pemain vital bagi Liverpool sejak didatangkan dari AS Roma pad abursa transfer musim panas tahun lalu.

Maurizio Sarri Senang dengan Suasana di Stamford Bridge

Juru tak-tik Chelsea, Maurizio Sarri, girang dengan suasana laga di kandang kesebelasannya, Stamford Bridge. Usai disebut mendapatkan masa negatif di musim kemarin serta tidak berhasil menembus menuju Liga Champions, Chelsea perlihatkan kebangkitan mereka.

Dibawah arahan juru tak-tik anyar, Sarri, Chelsea tidak menelan kekalahan di dalam 7 laga pada Liga Premier Inggris 2018-2019.

Catatan lima hasil positif serta dua kali hasil seri menghantarkan Chelsea ada di posisi ke-3 serta terpaut 2 angka dari pemuncak klasemen Liga Premier Inggris.

Chelsea pun sepanjang ini mendulang kesuksesan di 2 turnamen lain, Liga Europa serta Piala Liga Inggris.

The Blues sukses menuju ke babak ke-4 Piala Liga usai menendang Liverpool serta mendapat 2 hasil positif di dalam fase grup Liga Europa.

Tak dipungkiri jika penampilan mengesankan Chelsea kampanye musim ini karena tangan dingin dari bekas juru tak-tik Napoli.

Diberitakan melalui Sky Sports Italia, Maurizio Sarri mengakui merasakan tugas menjadi juru tak-tik pada Chelsea. Kekagumannya pada suasana di Samford Bridge jadi satu dari sekian banyak alasan Sarri girang membesut The Blues.

“Suasana di Stamford Bridge amat cantik, penggemar amat dekat dengan bangku bintang-bintang, ” tutur Maurizio Sarri. “Saya berasal dari Napoli, ada perasaan yang tak pada umumnya kala aku tampil dalam Eropa.

Walau mengakui girang, ia masih panik dengan situasi anak asuhnya sebab jadwal laga yang sulit.

“Kesulitan sekarang merupakan mempertahankan kebugaran pesepakbola di dalam 3 hari, team saya 2 kali berlaga vs Liverpool serta ada resiko untuk ini, ” tutur Sarri.

“Namun, aku merasa jika sudah memotivasi pada bintang-bintang bersama perkataan aku, ” ungkapnya.

Chelsea bakal balik lagi memegang kebiasaan bagus keduanya pada Liga Inggris kala bertamu menuju kamp Southampton di weekend ke 8 Liga Inggris, Pekan (7/10/2018).

3 Pesepakbola Nomor 10 yang Paling Sukses di AC Milan

Agenbola.io melaporkan jika AC Milan baru saja mempublikasikan list nomor punggung yang digunakan para pemain-pemainnya untuk musim 2017/2018. Salah satu pembelian sangat terpenting Milan mendapatkan nomor keramat. Dalam laman resmi tim dipaparkan playmaker baru Rossoneri, Hakan Calhanoglu memperoleh tanggung jawab untuk menggunakan nomor 10. Calhanoglu melanjutkan kostum yang sempat digunakan Keisuke Honda musim kemarin. “Nomor 10 kami, salah satu kaus sangat eye chatching yang kami hubungkan dengan prestise serta tanggung jawab, bakal dikenakan oleh Hakan Calhanoglu,” tulis situs tim itu. “Dirinya salah satu pemain terpenting dalam jendela transfer musim panas ini yang diboyong oleh Marco Fassone serta Massimiliano Mirabelli.” Calhanoglu digadang-gadang dapat mengulangi keberhasilan midfielder AC Milan yang memperoleh banyak piala saat menggunakan no. 10. Sebelum Honda dan Kevin-Prince Boateng, Diavolo sempat berjaya dengan Clarence Seedorf, Rui Costa, Zvonimir Boban, hingga Gianni Rivera. KAMI mencoba merangkum 3 pemilik nomor 10 yang sangat sukses yang pernah dipunyai AC Milan. Mereka telah memperoleh semuanya yang diimpikan pemain sepakbola top dunia, mulai dari titel domestik sampai Liga Champions. Berikut informasinya dari https://agenbola.io/dunia-bola/

1. Gianni Rivera

Gianni Rivera jadi pesepakbola paling penting Milan di masa 1970-an. Dirinya dipercaya menggunakan nomor punggung 10 dari 1973 sampai 1977. Bersama dengan Rossoneri pesepakbola dijuluki The Golden Boy itu memperoleh gelar Serie A 3 kali, empat piala Coppa Italia, dua Piala Winners, dua Liga Champions, serta satu titel Piala Dunia Antarklub. Di tingkat tim nasional sang pemain menghantarkan Italia menjuarai Piala Eropa 1968 serta runner-up 1970. Rivera juga mengoleksi titel individu dengan piala Ballon d’Or (1969) dan penghasil gol paling banyak Serie A musim 1972/1973).

2. Zvonimir Boban

Boban pun adalah salah satu pesepakbola yang sangat sukses di Milan. Dirinya menghantarkan Rossoneri memperoleh Scudetto empat kali (1992-93, 1993-94, 1995-96, 1998-99), jawara Copa Italia tiga kali, satu trofi Liga Champion serta Piala Super YEFA. Di tingkat tim nasional, Boban menghantarkan Yugoslavia menjuarai Piala Dunia U-20 dan runner-up Piala Erioa U-21 di 1990. Namun saat berseragam tim nasional Kroasia di kelas senior, Boban sanggup menghantarkan negaranya selesai di posisi tiga Piala Dunia 1998. Sebagai komentator dan ahli pandit, Boban sudah terkenal jujur serta blak-blakan. Dirinya terus mengikuti pertumbuhan tim lamanya, dan sempat mengungkapkan Milan mengalami kemunduran. Dirinya pernah mengatakan jika Milan mengalami kemunduran, usai kehilangan anggota terdepan mereka Ricardo Kaka. Nyatanya Kaka mengungkapkan keinginannya untuk terus bermain di San Siro.

3. Clarence Seedorf

Seedorf disebut sebagai salah satu midfielder terbaik generasinya. Di tahun 2004, dirinya ditunjuk oleh Pelé untuk menjadi bagian dari 100 anggota terbaik dunia atau FIFA 100. Seedorf termasuk salah satu anggota Belanda yang paling banyak menjuarai titel domestik serta kontinental ketika bermain untuk tim Belanda, Spanyol, Italia serta Brasil. Misalnya dua Scudetto serta dua gelar Liga Champions bersama dengan Milan. Sebelum tiba ke Milan, Seedorf telah menjadi juara dua piala Liga Champions bersama dengan dua tim berbeda, Ajax Amsterdam dan Real Madrid. Namun di Milan, dia sampai menjuarainya dua kali dalam empat tahun. Disamping Liga Champions, Seedorf pun mengoleksi titel Coppa Italia (2003), Piala Super UEFA (2003, 2007) serta Piala Dunia Antarklub (2007).